“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16)
Ini adalah ayat yang paling terkenal di dalam Alkitab dan yang paling disukai. Tidak ada ayat Alkitab yang menjelaskan Injil Kristus yang lebih jelas dari ayat ini. Saya akan melangkah lebih jauh untuk mengatakan bahwa ayat ini memberikan esensi Kekristenan yang paling mendasar. Jika Anda memahami ayat ini, maka Anda akan memahami jantung [inti] Alkitab. Namun jika Anda tidak memahami ayat ini, tidak perduli sudah berapa banyak Anda mempelajari Alkitab, tidak perduli sudah berapa lama Anda menghadiri gereja, tidak perduli sudah berapa banyak Anda memperbaharui diri Anda sendiri, atau seberapa baiknya Anda - Anda telah kehilangan inti pengajaran dari Perjanjian Baru. Marilah kita berdiri dan membaca ayat ini dengan suara keras.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16)
Silahkan duduk kembali.
Ayat ini dapat dibagi menjadi empat poin utama, yaitu:
(1) Kasih Allah;
(2) Pemberian Allah;
(3) Cara menerima pemberian Allah;
(4) Berkat-berkat dari penerimaan terhadap pemberian itu.
I. Pertama, ayat ini menjelaskan kepada kita tentang kasih Allah.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.” Ini adalah pernyataan yang benar-benar luar biasa. Ini adalah sesuatu yang luar biasa ketika berpikir bahwa Allah mengasihi dunia yang telah jatuh ke dalam dosa, penuh dengan dosa dan bobrok. Kata “dunia” di sini tidak berhubungan dengan bumi, namun berhubungan dengan umat manusia yang hidup di muka bumi ini. Apakah yang ada di dalam diri manusia yang menyebabkan Allah mengasihi mereka?
Dunia tidak mengasihi Allah. Saya pernah mendengar orang-orang yang belum bertobat berkata bahwa mereka mengasihi Dia, namun saya belum pernah melihat satu pun dari mereka yang benar-benar mengasihi Allah dengan sepenuh hati mereka, dan dengan sepenuh jiwa mereka, dan dengan sepenuh pikiran mereka (band. Matius 22:37).
Ini adalah perintah Tuhan, namun ini adalah perintah yang tidak mungkin ditaati oleh keturunan Adam yang telah jatuh ke dalam dosa. Orang-orang yang belum bertobat adalah musuh Allah --
“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roman 8:7).
Dari pada mengasihi Allah, dunia yang terhilang lebih suka untuk tidak melakukan apapun bagi Dia. Rasul Paulus membuat ini sangat jelas ketika ia berkata,
“Tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roman 3:11).
Setelah 48 tahun dalam pelayanan, saya tidak menemukan kesalahan dari apa yang di katakan oleh Rasul ini, ketika ia berkata dalam Kitab Suci ini,
“Tidak ada seorangpun yang mencari Allah” (Roman 3:11).
Namun, kendati fakta bahwa pada kenyataannya semua manusia “memusuhi Allah” (Roma 8:7), dan kendati pun ada fakta bahwa
“Tidak ada seorangpun yang mencari Allah,”
namun (dan ini yang membuat begitu mengherankan) - dan namun, teks kita berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini”! Allah mengasihi umat manusia kendati pun “tidak ada seorangpun mencari” Dia. Namun Dia mengasihi dunia ini! Ini adalah kebenaran yang mengagumkan dan luar biasa. Ini tidak dapat dijelaskan dengan logika manusia. Ini tidak dapat dijelaskan dengan filsafat. Ini tidak dapat dijelaskan dengan agama buatan manusia. Pada kenyataannya, kita tidak akan memahami kebenaran agung ini jika ini tidak disingkapkan dalam Alkitab. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.”
Sekarang, kita harus berhati-hati di sini. Beberapa orang menjelaskan kepada saya bahwa kasih Allah berarti bahwa semua manusia akan diterima-Nya karena Allah mengasihi kita. Namun, menurut Alkitb, ini tidaklah demikian.Anda harus melihat ayat ini kembali. Ayat ini tidak diakhiri dengan perkataan, “Allah begitu mengasihi dunia ini.” Ada kata-kata yang lain yang mengikuti kata “dunia” ini. Lihatlah kembali ayat ini dalam Alkitab. Di sini dikatakan bahwa Allah mengasihi dunia ini “sehingga” Dia melakukan sesuatu untuk menyelamatkan manusia yang telah rusak dan memberontak ini. Kata “sehingga” ini sangat penting. Dan itu membawa kita kepada poin kedua.
II. Kedua, ayat ini menjelaskan kepada kita tentang pemberian agung Allah.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal….” (Yohanes 3:16).
Allah telah melakukan sesuatu yang benar-benar mengagumkan. Ya, kata “mengagumkan” sangat cocok dipakai di sini! Allah melakukan sesuatu yang benar-benar mengagumkan karena kasihnya yang begitu besar kepada manusia yang terhilang. Itu lah apa yang Allah maksudkan bahwa: Ia begitu mengasihi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa “sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal.”
Apakah yang dimaksudkan dengan perkataan “Ia memberikan” Yesus? Pertama, Allah memberikan Yesus pada saat inkarnasi. Alkitab berkata,
“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan…” (Galatia 4:4).
Allah mengirim Yesus dari Sorga dan menempatkan Dia dalam rahim Maria. Sehingga, kemudian teks kita berkata, “Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,” ini berhubungan dengan hal itu. Ini berbicara tentang Allah yang menempatkan Yesus ke dalam rahim Maria secara supranatural, tanpa ayah manusia [secara biologis]. Itulah sebabnya mengapa teks kita menyebut Yesus sebagai, “Anak-Nya yang tunggal.” Kata “yang tunggal” diterjemahkan dari kata Yunani, “monogçnç,” yang berarti “sole, only begotten child” Strong #3439). Ini berhubungan dengan kelahiran Yesus dari anak dara. Dia adalah unik, tidak memiliki bapak biologis manusia. Ini bukan berarti Allah telah menciptakan Dia. Para penulis zaman dulu menjelaskan dengan benar bahwa Yesus adalah“begotten, not made,” karena Yesus ada di Sorga sebagai Pribadi Kedua dari Trinitas, namun Dia dikandung dalam rahim anak dara oleh karena Allah. Ya, Allah “memberikan” Anak-Nya ketika Dia menempatkan Dia dalam rahim Maria.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal….” (Yohanes 3:16).
Namun Allah “memberikan” Yesus dengan cara lain, yaitu Dia bukan hanya memberikan Yesus melalui dilahirkan oleh anak dara, namun Allah juga “memberikan” Dia untuk mati di atas kayu Salib agar dosa-dosa kita diampuni. Alkitab berkata,
“Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).
Allah “memberikan” Yesus untuk mati di atas kayu Salib demi membayar dosa-dosa kita. Allah memberikan Dia mengalami siksaan kejam yang tak terkatakan, pukulan, cambukan dan dipakukan di atas kayu salib, untuk menyediakan penebusan penggantian bagi dosa-dosa kita. “Penggantian” berarti “seseorang yang menggantikan tempat orang lain.” Kristus mati menggantikan tempat kita, untuk membayar hukuman dosa-dosa kita. Sehingga Allah
“menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus” (Roma 3:26).
Murka dan penghakiman Allah dijatuhkan ke atas Yesus di kayu Salib, membuat pembayaran lunas hutang-hutang dosa kita dan untuk memuaskan keadilan Allah yang kudus. Itu berarti bahwa Yesus dihukum Allah dalam menggantikan tempat kita, untuk dosa-dosa kita.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal….” (Yohanes 3:16).
Kata “mengaruniakan” berisi satu gagasan lagi - yaitu bahwa keselamatan adalah suatu pemberian. Anda tidak dapat memperolehnya. Anda tidak pantas menerimanya. Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma karena Allah “mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Dan itu membawa kita kepada poin berikutnya.
III. Ketiga, ayat ini menjelaskan kepada kita bagaimana cara memperoleh pemberian itu.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa….” (Yohanes 3:16)
Satu-satunya cara agar Anda menerima berkat dari “pemberian kasih” Kristus di atas adalah dengan percaya di dalam Dia! Kata Yunani yang diterjemahkan “in” (dalam bahasa Inggris) dan “kepada” (dalam bahasa Indonesia) ini sangat penting. Ini adalah “eis.” Secara literal ini berarti percaya “ke dalam” Yesus. Ini membuat jernih banyak kebingungan. Ini menunjukkan bahwa kita bukan sekedar percaya apa yang Alkitab katakan tentang Yesus. Tidak, tidak! Iblis juga percaya tentang apa yang Alkitab katakan tentang Yesus. Namun iblis tidak percaya “ke dalam” Yesus. Jangan membuat kesalahan yang sama dengan iblis. Jangan hanya percaya apa yang Alkitab katakan tentang Kristus. Namun percayalah “ke dalam” Dia. Letakkanlah iman Anda langsung ke dalam Yesus Kristus, Anak Allah yang telah bangkit dan naik ke Sorga. Begitu banyak orang yang membuat kesalahan dengan percaya tentang Yesus tanpa percaya “ke dalam” Yesus. Banyak lagu-lagu jaman dulu yang membuat ini menjadi jelas.
“Ku datang, Tuhan! Datang pada-Mu! (“I Am Coming, Lord” by Lewis Hartsough, 1828-1919).
“Mengapa bukan sekarang? Mengapa bukan sekarang? Mengapa bukan sekarang datang kepada Yesus?” (“Why Not Now?” by Daniel W. Whittle, 1840-1901).
Dan khususnya,
“Keluar dari dosaku dan masuk ke dalam - Mu sendiri, Yesus, aku datang kepada Mu” (“Jesus, I Come” by William T. Sleeper, 1819-1904).
Cara agar kita diselamatkan adalah percaya “ke dalam” Yesus. Letakkanlah seluruh iman Anda ke dalam Dia dan hanya Dia saja.
“Barangsiapa percaya kepada [ke dalam] Dia tidak akan binasa…” (Yohanes 3:16).
Itulah cara Anda menerima pemberian kasih Allah di dalam Kristus, yaitu dengan percaya ke dalam Dia. Seperti Spurgeon menekankanya, “Lie flat on Christ.” Percayalah kepada Yesus saja. Itulah cara Anda menerima pemberian Allah. Seperti Joseph Hart menekankan itu,
“Pengembara datanglah kepada Dia; Biarlah tiada kepercayaan lain yang menghalanginyaTiada lain selain Yesus, tiada lain selain Yesus Yang dapat menolong orang-orang berdosa (“Come, Ye Sinners” by Joseph Hart, 1712-1768).
Spurgeon berkata,
Letakkanlah dosa-dosa Anda ke dalam kepedulian-Nya; lakukan itu dengan bebas. Berani membuang semua pengharapan yang lainya [selain Dia]. Pengembara datanglah kepada Yesus… Lemparkan dirimu sendiri hanya kepada Yesus… percayalah di dalam Dia dan berimanlah di dalam Dia, dan Anda tidak akan pernah dibuat malu oleh percaya diri Anda. “Ia yang percaya kepada Dia tidak akan dipermalukan” (C. H. Spurgeon, Around the Wicket Gate, Christian Focus Publications, 1987 edition, pages 26-27).
Letakkanlah seluruh kepercayaan Anda di dalam Yesus. Itulah apa yang dimaksudkan dalam teks kita ini, “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa…” (Yohanes 3:16). Dan itu membawa kita ke poin keempat dan ini adalah poin terkahir.
IV. Keempat, ayat ini menjelaskan kepada kita berkat-berkat yang kita peroleh dari menerima pemberian Kristus itu.
Perhatikan ini, dan mari kita baca dengan suara keras.
“…supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan memiliki hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).
Ketika Anda datang kepada Yesus melalui iman dan percaya “ke dalam” Dia dengan iman Anda menerima dua keuntungan seketika itu juga. Yaitu yang pertama, Anda tidak akan binasa. Ini berarti Anda tidak akan masuk ke dalam Neraka. Tak seorangpun yang telah percaya kepada Yesus, tak seorangpun yang telah percaya “ke dalam” Yesus akan binasa dalam nyala api Neraka. Mengapa? Karena Yesus berkata,
“Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya” (Yohanes 10:28).
Anda memiliki jaminan kekal, diselamatkan untuk selama-lamanya, pada saat Anda percaya Yesus dengan datang kepada Dia dalam iman, walaupun mungkin iman Anda kecil dan lemah. Yesus lah yang menyelamatkan, bukan jumlah iman yang Anda miliki.
Jadi, hasil pertama dari percaya di dalam Yesus melalui iman adalah bahwa Anda tidak akan pernah binasa. Anda akan terhindar dari kematian ke dalam hidup seketika itu juga pada saat percaya kepada Dia, datang kepada Dia dalam iman.
Hasil yang kedua, ketika Anda datang kepada Yesus dan percaya di dalam Dia, adalah bahwa seketika itu juga Anda akan menerima hidup kekal. Anda dilahirkan kembali ke dalam kehidupan kekal, dan itu tidak dapat dibatalkan dari Anda untuk selama-lamanya. “Mereka tidak akan pernah binasa” (Yohanes 10:28).
Betapa ini adalah janji yang ajaib! Betapa ini adalah pengharapan yang begitu mulia! Mari kita berdiri sekali lagi dan membaca Yohanes 3:16 dengan suara keras.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16)
Apakah Anda mau percaya di dalam Yesus, percaya di dalam Dia, “meletakkan” di atas Dia, seperti Spurgeon meletakkannya? Jadi, sambil kita menyanyi, dan ketika kita menyanyikan bait terakhir dari lagu ini, silahkan lipat bangku Anda dan berjalanlah ke belakang, tepat di belakang ruangan ini. Dr. Cagan, Mr. Mencia dan saya akan ada di sana membantu membimbing Anda. Kiranya Tuhan memberkati Anda dan menolong Anda untuk percaya kepada Yesus pada pagi ini. Mari kita berdiri dan menyanyikan bait terakhir dari lagu ini. Keluarlah ke ruangan belakang sambil kita menyanyi dan Dr. Cagan akan menuntun Anda ke ruangan kantor saya di mana kita dapat berbicara bersama-sama di sana.
“Dari kongkongan malam kelam,
Yesus, Tuhan, aku datang:
Kini hidupku girang, tentram:
Pada-Mu ku dating.”
(“Jesus, I Come” by William T. Sleeper, 1819-1904).
(AKHIR KHOTBAH) Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internetdi www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @ http://www.sttip.com
Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: John 3:14-18. Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith: “Jesus, I Come” (by William T. Sleeper, 1819-1904).
Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto
GARIS BESAR KHOTBAH
KASIH ALLAH UNTUK MANUSIA YANG TELAH JATUH KE DALAM DOSA
Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16)
Jesus is Lord! Jesus ist der Herr! Jesús es el Señor! Ісуса за Господа ! Seigneur Jésus! Gesù è Signore! พระเยซูทรงเป็นองค์พระผู้เป็นเจ้า! 你 若 口 里 认 耶 稣 为 主 , 心 里 信 神 叫 他 从 死 里 复 活 , 就 必 得 救 。 Vậy nếu miệng ngươi xưng Đức Chúa Jêsus ra và lòng ngươi tin rằng Đức Chúa Trời đã khiến Ngài từ kẻ chết sống lại, thì ngươi sẽ được cứu;
segunda-feira, 26 de novembro de 2007
domingo, 25 de novembro de 2007
Você é uma pessoa grata? comparado a um judeu ? acho que não ...

Walter Homolka
Dedicado ao rabino D. Rayner, Londres, ao 80º aniversário
Dedicado ao rabino D. Rayner, Londres, ao 80º aniversário
O substantivo benção significa na Bíblica Hebraica BeRaKaH. BaRUK, então, significa "o abençoado". As palavras BaRUK e BeRaKaH se derivam ambas da raiz hebraica Bet-Resh-Kaf, que significa "joelho"1. Genuflexão e inclinação são sinais de respeito. No entendimento hebraico, não Deus abençoa a pessoa humana, mas também a pessoa humana louva (abençoa) a Deus, como isso já os Salmos expressam: Assim Te louvarei durante toda a minha vida, levantaeir as mãos no Teu nome (Sl 63,5).2
Benção como afirmativa de Deus
A palavra hebraica BaRUK, daí, chega a ser um atributo que descreve Deus como a fonte de todas as benções.3 Quem profere uma bênção, expressa espanto e admiração sobre como abençoada é a ação de Deus em nos humanos. Como uma das primeiras promissões, Deus diz a Abraão "[…] Por ti todas as gerações da terra serão abençoadas" (Gn 12,3). Bênção e maldição não só proferem um desejo, mas querem efetuar o que dizem. O efeito, porém, não funciona automaticamente como no feitiço. Depende de Deus. Enquanto a feitiçaria está sendo estritamente recusada na Bíblia, a bênção joga um papel central. A bênção promete à pessoa humana as coisas pedidas a Deus. Isso é, na Bíblia, primariamente coisa bem concreta, como descendência, fertilidade, colheita boa e bem-estar em geral. Mas também diz coisas abstratas, como paz e felicidade. Anteposta, se pronuncia pela bênção a participação na ação salvadora de Deus. Ela é, portanto, uma forma verbal de expressão e concretização do relacionamento com Deus.
Abençoar é também mais que um bom desejo ou a força de pensar positivamente. Como forma de linguagem de fé, a bênção vive da relação a Deus, recebe a força e realidade dessa, encontrando na vontade de Deus a sua margem e limites. A bênção concede o que a fé aceita de Deus. Confiança contra razão qualquer destaca Jó, o qual, também no sofrimento, não amaldiçoa a Deus, mas O louva ainda: O Senhor o deu, o Senhor o tirou; louvado seja o nome do Senhor (Jó 1,21).
A bênção tem uma posição importante de lugar já na Bíblia, até ainda caráter de legado (Dt 33). Quando os patriarcas - especialmente antes da sua morte - abençoam as suas crianças (cf. a bênção de Isaac Gn 27,1-40, a bênção de Jacó Gn 49,1-27), a bênção pronunciada não pode ser retomada, mesmo quando se basear num erro, como em Gn 27: Jacó capta de Esaú a bênção de primogênito e o mantém, também depois de que Isaac ter percebido o erro4. Assim, o irmão mais novo obtém autoridade e poder de disposição sobre o mais idoso.5
A bênção de sacerdote
O texto clássico é a bênção sacerdotal aarônica (Nm 6,24-26), que já foi pronunciado no Templo e que ainda hoje está sendo pronunciado pelos sacerdotes (KoHaNÍM):
"O Eterno te abençoe e te guarde.O Eterno te deixe luzir a Sua face e te seja clemente.O Eterno volte a Sua face a ti e te dê felicidade."6
Achados de Ketef Hinnom, ao sudoeste da cidade velha de Jerusalém, provam que esse texto de bênção já era conhecido no século 7 aEC quase no teor hodierna, sendo carregado gravado no enfeite de prata. Isso provam as anexas de sepulcro em forma de dois pequenos amuletos de prata, os quais usam o texto da bênção aarônica quase na forma da nos conhecida forma bíblica transmitida.7
Desde tempos mais antigos, o serviço do Templo termina com a bênção sacerdotal. E os sacerdotes e levitas se levantaram e abençoaram, e a sua voz foi atendida, e a sua oração veio na morada santa de Deus no céu (2Cr 30,27).
Esse uso de bênção continua no culto hodierno de sinagoga no culto liberal, antes de tudo no fim da oração depois do QaDISh e canto final, nas comunidades ortodoxas antes da última BeRaKáH "SIM ShaLÔM" [concede paz!] na oração de sete na manhã do sábado e no serviço de MUÇáF e MiNHaH, bem como no serviço de Ne`IláH no Dia de Reconciliação (Ta'anit 26b). Comunidades ortodoxas convocam para isso, por vezes, os descendentes dos sacerdotes, os KoHaNÍM. Esse privilégio não se realiza nos Judaísmos conservativo e liberal como também não a nomeação dos levitas.
O mesmo teor da bênção aarônica os pais também usam com bênção sobre as sua crianças: no QiDUSh à noite da sexta feira, na véspera do Dia de Reconciliação e na conclusão de casamento sob a HuPáH (baldaquino de casamento).
Do levantar até ao deitar: cem ditos de bênção
A MiShNáH (cerca de 200 dEC) começa como um tratado sobre bênção e ações de benzer (BeRaKôT). Com isso, está sendo sublinhada a importância da bênção exatamente na tradição judaica pós-bíblica, No Judaísmo antigo e também no cassídico de hoje a bênção por um afamado e um venerado TsaDIK ou rábi joga um papel. Bênçãos (BeRaKôT) são forma especial de oração, estando ser faladas freqüentemente no dia em dia. No talmude babilônico, antes de todo no (BeRaKôT) 60b, se encontra uma lista toda de bênçãos. A tradição judaica exorta cada judeu e judia a proferir diariamente cem bênçãos. Pela recitação do SheMONeH-`EsRêH (Oração de Dezoito) três vezes ao dia, 57 bênção estão sendo proferidas diariamente em cada dia da semana. A primeira BeRaKaH do SheMONeH-`EsRêH é esta:
Bendito sejas Tu, Eterno, […] que fazes benefícios felizadores e és proprietário do universo, Te lembras da piedade dos pais e trazes um salvador aos filhos dos seus filhos por causa do Teu nome em amor. Rei, ajudador, salvador e escudo! Louvado sejas Tu, o Eterno, Escudo de Abraão!8
E há, no decorrer do dia, muitas ocasiões de alcançar o número de cem. Assim, já no início do culto da manhã há as BiRKôT HaShaHaR (bênções de manhã). Com essas benções os judeus começaram o dia. No século 9, Rav Amram as incluiu no culto formal de manhã. Benções são também proferidas também em muitas ocasiões e acontecimentos que ocorrem diariamente. A existência judaica está determinada por entretecer o dia-dia com benções e benzer. Por isso, nasce uma cultura autêntica de benzer, a qual ultrapassa a margem do culto divino.
Benções como reconhecimento de Deus
Em princípio, distinguimos três espécies de benções: a bênção antes de tomar um material (BiRKôT HaNaÁH), antes de um cumprimento de mandamento (BiRKôT HaMiTsVôT), bem como a certos tempos e ocasiões (BiRKôT HODaÁH). Benções antes de tomar coisas materiais (p. ex. comer, beber, roupa nova) louvam a Deus como o criador das coisas que tomamos ou queremos tomar em uso. Assim, a bênção sobre o vinho: Louvado sejas, oh Eterno, nosso Deus, Rei do mundo, que criaste o fruto da videira, e sobre o pão: Louvado sejas oh Eterno, nosso Deus, que proferes pão da terra, louvam Deus como doador desses dons. A bênção sobre roupa nova diz diante de Deus que é Ele que veste os nus. Pelo usa da BeRaKáH reconhecemos Deus como o criador de todas as coisas, sem Cuja permissão não nos devemos servir da Sua criação. A BeRaKáH pede a permissão de Deus para usar da coisa, cuja origem - como todo o criado - não jaz em nós, mas sim em Deus.
Com benções antes do cumprimento dum mandamento louvamos a Deus como aquele que nos santificou pelos mandamentos e nos mandou exercer a ação que estamos agora começando a realizar. O pronunciamento dessa BeRaKáH pertence essencialmente ao cumprimento dum mandamento. A tradição judaica avalia aquela MiTsVáH (ação boa) como mais valiosa, a qual foi cumprida por causa de consciência de dever, e não somente por acaso ou por gosto. O falar da BeRaKáH, portanto, orienta o nosso olhar, e com isso, ao fato de que estamos, com os nossos obrigações religiosas, na responsabilidade perante de Deus. Nisso importa que tais benções falemos sobre todos os MiTsVôT, sejam elas derivadas da Bíblia ou formuladas mais tarde por interpretações rabínicas.
A interpretação da tradição judaica pelos rabinos, por isso, experimenta, portanto, uma posição de valor alta semelhante ao próprio texto bíblico.
Em benções, que estão sendo proferidas em certos tempos ou ocasiões, p. ex. olhando para um arco íris (Louvado sejas Tu, o Eterno, nosso Deus, Rei do mundo, que Te lembras da aliança, manténs fielmente a Tua aliança, cumprindo a Tua palavra); perante dum rei ou chefe de estado, no ouvir de notícias boas ou más, ou vendo beleza especial, Deus está sendo reconhecido como a origem última e final de tudo o bom e mal no universo todo. BeRaKôT, portanto, não estão sendo proferidas não só sobre boas coisas, mas também sobre más. Nesse caso, Deus está sendo louvado como "juiz justo". Com isso, acentua-se enfaticamente que - além da nossa capacidade de conhecer - acontecem também coisas más por razão reta.
Muitas das bênçãos hoje em uso foram formuladas por Esra [Esdras] e a Grande Assembléia faz cerca de 2500 anos. Todas as BeRaKôT usam a versão BaRUK ATá ELoHÊNU MèLeK Há`OLòM [Louvado sejas Tu, oh Eterno, nosso Deus, Rei do mundo). Pelo Atá [Tu] familiar se expressa a nossa proximidade e o nosso relacionamento íntimo a Deus. Na segunda parte, a BeRaKáH muda para a terceira pessoas do singular. Podemos isso ver, exemplarmente, nas : BeRaKôT HaMiTsVôT: "Louvado sejas Tu, oh Eterno, […] que nos santifica pelos Seus mandamentos e nos manda […]". Assim se liga, na bênção, a pronúncia de proximidade grande a Deus com a expressão da distância e indisponibilidade transcendentes. Esse paradoxo de proximidade e distância infinita entretece a relação judaica a Deus.
A bênção depois de comer: BiRKaT HaMaZÔN
A oração de agradecimento depois da refeição,9 uma das orações mais importantes no Judaísmo, nunca está sendo proferida na sinagoga, mas sim no altar de casa, na mesa de comer. O agradecimento de mesa se baseia em Dt 8,10: Se te tiveres saciado e satisfeito, deves agradecer ao Eterno, teu Deus, pela terra esmerada que Ele te deu. Esse mandamento está sendo cumprido pelo agradecimento de mesa.10
A BiRKaT HaMaZÔN (bênção sobre a comida) está sendo pronunciado depois de cada refeição completa, quer dizer na qual pão foi consumido como alimento básico.
No yidiche [dialeto alemão criado por judeus], se fala também de benschen, palavra que deriva que se deriva do latim bendicare (benzer). Quem fala de benschen, se refere, na maioria dos casos, à bênção de mesa. Essa bênção de mesa está sendo pronunciada adicionalmente às benções antes da refeição. Consiste de quatro sentenças de bênção. Três delas foram formuladas no tempo de Esdras e da Grande Assembléia, a quarta foi acrescentada somente depois da destruição do Segundo Templo.
A BiRKaT HaZóN (benção sobre o alimento) agradece a Deus por doar alimento ao mundo.
A BiRKaT HaÁRetS (benção sobre a terra) agradece a Deus por nos ter conduzido do Egito, concluiu a Sua aliança conosco e nos deu a Terra de Israel para herança.
A BiRKaT YeRUShaLáYiM (bênção sobre Jerusalém) recorda da Jerusalém reedificada como trono de Deus e da vinda da época messiânico.
A BiRKaT HaTOB VeHaMeTÍB (bênção sobre o bom e benfeitor) enfatiza a bondade de Deus como origem de todo o bom. Essa idéia já é antiga, mas foi incluída aqui somente depois da destruição do Templo.
A essas quatro benções acrescentam-se, na forma plena do agradecimento de mesa, salmos e provérbios conforme a ocasião e caráter festivo.
Bênção e benzer como ato de obrigação repetida
A onipresença de bênção e benzer no Judaísmo é problema central da praxe judaica religiosa. Os judeus experimentam assim que a sua vida perante da face de Deus está abençoada, mas também que a sua vida da fonte do poder criativo de Deus deve chegar a ser uma bênção para o mundo e para todos os homens. "TIQUN Ha`OlóM - o saneamento do mundo - só pode sair, quando deixarmos a salvação de Deus se efetuar por nós trazermos a bênção de Deus para dentro do mundo.11
Pois pela bênção, nós nos voltamos cada vez de novo ao mundo e aos seus criaturas, pondo-as em relação conosco e ganhamos perspectivas novas.
Louvado sejas Tu, Eterno, nosso Deus, Rei do mundo,Que não nos criou como estranhos dele.
Louvado sejas Tu, Eterno, nosso Deus, Rei do mundo,Que não nos criou como estranhos dele.
TExto Alemão
Notas: Vejo no fim do texto alemão.
Notas: Vejo no fim do texto alemão.
Tradução: Pedro von Werden
sexta-feira, 23 de novembro de 2007
神--lはもうあなたのことを罪人としてはご----になっていません。神--lはあなたの中にキリストの義をご----になっています。「だれでもキリストのうちにあるなら、その人は新しく'「られた者です。古いものは過ぎ去って、見よ、すべてが新しくなりました。」(コリ・ト'・・5:17)
主を信じ、差し出してくださる赦しを受け取ってください。
「しかし、この方を受け入れた人々、すなわち、その名を信じた人々には、神の子どもとされる特権をお与えになった。」(ヨハネの福音書1章12節)
御国で永遠のいのちを得るため神を信じてください。
「神は、実に、そのひとり子をお与えになったほどに、世を愛された。それは御子を信じる者が、ひとりとして滅びることなく、永遠のいのちを持つためである。」(ヨハネの福音書3章16節)
この世で満ち足りた生き方ができるように神を信じてください。
「わたしが来たのは、羊がいのちを得、またそれを豊かに持つためです。」(ヨハネの福音書10章10節)
これ以上決断を遅らせないでください。今日神の賜物を受け取ってください!
聖書には次のように記されています。「そして、人間には、一度死ぬことと死後にさばきを受けることが定まっているように、」(ヘブル人への手紙9章27節)いつの日か、私たち一人一人は、創造主であられる神と向かい合わなければなりません。さばきの時に起こることはあなたの今の決断に懸かっています。
(救いというキリストの賜物を受け取るために次のように祈ってください):
「神さま、私はあなたが正しく慈しみ深い方であることを知っています。あなたはこの世を完璧に創造されました。しかし、罪の故に堕落し、あなたがよみがえらせてくださるのを待ち望んでいます。私は自分が罪人であることを知っています。私の身代わりに死んでくださり、更に私の罪を赦してくださったことを感謝します。この地でまた天国で私に新しいいのちをくださったことを感謝します。あなたに信頼し、喜んでいただける生き方ができるように私を助けてください。イエスの御名において。アーメン」
「しかし、この方を受け入れた人々、すなわち、その名を信じた人々には、神の子どもとされる特権をお与えになった。」(ヨハネの福音書1章12節)
御国で永遠のいのちを得るため神を信じてください。
「神は、実に、そのひとり子をお与えになったほどに、世を愛された。それは御子を信じる者が、ひとりとして滅びることなく、永遠のいのちを持つためである。」(ヨハネの福音書3章16節)
この世で満ち足りた生き方ができるように神を信じてください。
「わたしが来たのは、羊がいのちを得、またそれを豊かに持つためです。」(ヨハネの福音書10章10節)
これ以上決断を遅らせないでください。今日神の賜物を受け取ってください!
聖書には次のように記されています。「そして、人間には、一度死ぬことと死後にさばきを受けることが定まっているように、」(ヘブル人への手紙9章27節)いつの日か、私たち一人一人は、創造主であられる神と向かい合わなければなりません。さばきの時に起こることはあなたの今の決断に懸かっています。
(救いというキリストの賜物を受け取るために次のように祈ってください):
「神さま、私はあなたが正しく慈しみ深い方であることを知っています。あなたはこの世を完璧に創造されました。しかし、罪の故に堕落し、あなたがよみがえらせてくださるのを待ち望んでいます。私は自分が罪人であることを知っています。私の身代わりに死んでくださり、更に私の罪を赦してくださったことを感謝します。この地でまた天国で私に新しいいのちをくださったことを感謝します。あなたに信頼し、喜んでいただける生き方ができるように私を助けてください。イエスの御名において。アーメン」
قَدِ اكْتَمَلَ الزَّمَانُ وَاقْتَرَبَ مَلَكُوتُ اللهِ. فَتُوبُوا وَآمِنُوا بِالإِنْجِيلِ
السَّالِكُ بِاسْتِقَامَتِهِ يَتَّقِي الرَّبَّ، وَذُو الطُّرُقِ الْمُعْوَجَّةِ يَسْتَخِفُّ بِهِ
رُبَّ طَرِيقٍ تَبْدُو لِلإِنْسَانِ قَوِيمَةً، وَلَكِنَّ عَاقِبَتَهَا هُوَّةُ الْمَوْتِ
وَتَقُولُ لِهَذَا الشَّعْبِ: هَذَا مَا يُعْلِنُهُ الرَّبُّ: هَا أَنَا أَعْرِضُ أَمَامَكُمْ طَرِيقَ الْحَيَاةِ وَطَرِيقَ الْمَوْتِ
اُدْخُلُوا مِنَ الْبَابِ الضَّيِّقِ! فَإِنَّ الْبَابَ الْمُؤَدِّيَ إِلَى الْهَلاَكِ وَاسِعٌ وَطَرِيقَهُ رَحْبٌ؛ وَكَثِيرُونَ هُمُ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ مِنْهُ
مَا أَضْيَقَ الْبَابَ وَأَعْسَرَ الطَّرِيقَ الْمُؤَدِّيَ إِلَى الْحَيَاةِ! وَقَلِيلُونَ هُمُ الَّذِينَ يَهْتَدُونَ إِلَيْهِ
أَنْتُمْ تَعْرِفُونَ أَيْنَ أَنَا ذَاهِبٌ، وَتَعْرِفُونَ الطَّرِيقَ
يَاسَيِّدُ، لاَ نَعْرِفُ أَيْنَ أَنْتَ ذَاهِبٌ، فَكَيْفَ نَعْرِفُ الطَّرِيقَ؟
فَأَجَابَهُ يَسُوعُ: «أَنَا هُوَ الطَّرِيقُ وَالْحَقُّ وَالْحَيَاةُ. لاَ يَأْتِي أَحَدٌ إِلَى الآبِ إِلاَّ بِي
إِنْ كُنْتُمْ قَدْ عَرَفْتُمُونِي، فَقَدْ عَرَفْتُمْ أَبِي أَيْضاً، وَمُنْذُ الآنَ تَعْرِفُونَهُ وَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ
أَجَابَهُمْ بُطْرُسُ: «تُوبُوا، وَلْيَتَعَمَّدْ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْكُمْ بِاسْمِ يَسُوعَ الْمَسِيحِ، فَيَغْفِرَ اللهُ خَطَايَاكُمْ وَتَنَالُوا هِبَةَ الرُّوحِ الْقُدُسِ،
لأَنَّ الْوَعْدَ هُوَ لَكُمْ وَلأَوْلاَدِكُمْ وَلِلْبَعِيدِينَ جَمِيعاً، يَنَالُهُ كُلُّ مَنْ يَدْعُوهُ الرَّبُّ إِلهُنَا
وَتَعْرِفُونَ الْحَقَّ، وَالْحَقُّ يُحَرِّرُكُمْ
Времето се изпълни, и Божието царство наближи; покайте се и повярвайте в благовестието
Днес викам небето и земята за свидетели против вас, че положих пред вас живота и смъртта, благословението и проклетията; за това, изберете живота, за да живееш, ти и потомството ти;
Който ходи в правотата си, бои се от Господа: Но опакият в пътищата си Го презира.
Има път, който се вижда прав на човека, Но краят му е пътища към смърт.
Влезте през тясната порта, защото широка е портата и пространен е пътят, който води в погибел, и мнозина са ония, които минават през тях.
Понеже тясна е портата и стеснен е пътят, който води в живот, и малцина са ония, които ги намират.
Понеже тясна е портата и стеснен е пътят, който води в живот, и малцина са ония, които ги намират.
И да речеш на тия люде: Така казва Господ: Ето, полагам пред вас пътя на живота и пътя на смъртта.
Господи, не знаем къде отиваш; а как знаем пътя?
Исус му казва: Аз съм пътят, и истината, и животът; никой не дохожда при Отца, освен чрез Мене.
Ако бяхте познали Мене, бихте познали и Отца Ми; отсега Го познавате и сте Го видели.
Исус му казва: Аз съм пътят, и истината, и животът; никой не дохожда при Отца, освен чрез Мене.
Ако бяхте познали Мене, бихте познали и Отца Ми; отсега Го познавате и сте Го видели.
и ще познаете истината и истината ще ви направи свободни.
А Петър им рече: Покайте се, и всеки от вас нека се кръсти в името Исус Христово за прощение на греховете ви; и ще приемете тоя дар, Светия Дух.
Защото на вас е обещанието и на чадата ви, и на всички далечни, колкото Господ, нашият Бог, ще призове при себе си.
-Jou a rive. Koulye a, Bondye ki wa nan syèl la ap vin pran pouvwa a nan men li. Tounen vin jwenn Bondye. Asepte Bon Nouvèl la.
Mwen pran syèl la ak latè a sèvi m' temwen jòdi a: Men li, mwen mete devan nou lavi yon bò, lanmò yon bò, benediksyon yon bò, madichon yon bò pou nou chwazi. Chwazi lavi tande, pou nou ka viv, nou menm ansanm ak tout pitit nou yo.
Moun ki mache dwat, se yo ki gen krentif pou Seyè a. Men, moun k'ap mache kwochi pa pran Bondye pou anyen.
Chemen ou kwè ki bon an, se li ki mennen tou dwat nan lanmò.
Lèfini, w'a di pèp la men sa mwen menm, Seyè a, mwen di: Mwen pral mande nou pou nou chwazi ant lavi ak lanmò.
Antre nan pòt jis la. Paske, pòt ki laj la, chemen ki fasil la ap mennen nou tou dwat nan lanmò. Gen anpil moun ki pase ladan li.
Men, pòt ki jis la, chemen ki difisil la ap mennen nou tou dwat nan lavi. Pa gen anpil moun ki jwenn li.
Men, pòt ki jis la, chemen ki difisil la ap mennen nou tou dwat nan lavi. Pa gen anpil moun ki jwenn li.
Nou konnen chemen ki mennen kote m' prale a.
Seyè, nou pa konnen kote ou prale a. Ki jan ou ta vle pou nou konnen chemen pou n' pran an?
Jezi reponn li: Se mwen menm ki chemen an. Se mwen menm ki verite a, se mwen menm ki lavi a. Pesonn pa ka al jwenn Papa a si li pa pase nan mwen.
Si nou konnen m', n'a konn Papa m' tou. Men, depi koulye a nou konnen l', nou wè l' tou.
Jezi reponn li: Se mwen menm ki chemen an. Se mwen menm ki verite a, se mwen menm ki lavi a. Pesonn pa ka al jwenn Papa a si li pa pase nan mwen.
Si nou konnen m', n'a konn Papa m' tou. Men, depi koulye a nou konnen l', nou wè l' tou.
N'a konnen verite a, lè sa a verite a va ban nou libète nou.
Tounen vin jwenn Bondye, epi yonn apre lòt vin resevwa batèm nan non Jezikri, pou Bondye padonnen tout peche nou yo. Apre sa, n'a resevwa Sentespri, kado Bondye a.
Paske pwomès la, Bondye fè l' pou nou, pou pitit nou yo, pou tout moun ki byen lwen, pou tout moun Bondye, Mèt nou, va rele vin jwenn li.
Paske pwomès la, Bondye fè l' pou nou, pou pitit nou yo, pou tout moun ki byen lwen, pou tout moun Bondye, Mèt nou, va rele vin jwenn li.
Poznáte pravdu a pravda vás osvobodí.
Do Božího království lze vstoupit jen úzkou brankou. Prostorná brána a široká cesta vedou do záhuby a mnoho lidí se tudy ubírá.
Brána a cesta k životu jsou úzké a je málo těch, kteří je najdou.
Brána a cesta k životu jsou úzké a je málo těch, kteří je najdou.
Znáte cíl i cestu
Ježíš mu na to řekl: "Já jsem cesta k Bohu, pravda o Bohu a život s Bohem. Proto k mému Otci můžete přijít jen skrze mne.
Kdo zná mne, zná i Otce a vidí ho."
Kdo zná mne, zná i Otce a vidí ho."
"Litujte svých hříchů," volal Petr, "vyznávejte je a na znamení Božího odpuštění přijměte křest, který Ježíš Kristu určil pro své následovníky. Také vy dostanete Ducha svatého.
Vždyť ten prorocký slib platí vám, vašim dětem, a dokonce lidem po celém světě, které si Pán Bůh zavolá."
Vždyť ten prorocký slib platí vám, vašim dětem, a dokonce lidem po celém světě, které si Pán Bůh zavolá."
Vždyť Bůh tak miloval svět, že dal svého jediného Syna, aby každý, kdo v něho uvěří, unikl záhubě a získal věčný život.
Bůh svého Syna neposlal proto, aby svět odsoudil, ale zachránil.
Kdo v něho věří, unikne odsouzení. Kdo však v něho nevěří, odsuzuje sám sebe, protože odmítá milost nabízenou samým Bohem.
Pro takové lidi je osudné, že na svět přišlo světlo, ale oni se nechtějí vzdát tmy, protože doufají, že ta zakryje jejich viny.
Zlé činy dělá člověk potmě, aby to nikdo nevěděl. Bojí se světla, aby nebyl odhalen.
Kdo se však řídí Boží pravdou, tíhne ke světlu, aby věděl, zda jsou jeho činy v souladu s Boží vůlí.
Bůh svého Syna neposlal proto, aby svět odsoudil, ale zachránil.
Kdo v něho věří, unikne odsouzení. Kdo však v něho nevěří, odsuzuje sám sebe, protože odmítá milost nabízenou samým Bohem.
Pro takové lidi je osudné, že na svět přišlo světlo, ale oni se nechtějí vzdát tmy, protože doufají, že ta zakryje jejich viny.
Zlé činy dělá člověk potmě, aby to nikdo nevěděl. Bojí se světla, aby nebyl odhalen.
Kdo se však řídí Boží pravdou, tíhne ke světlu, aby věděl, zda jsou jeho činy v souladu s Boží vůlí.
"Tiden er fuldkommet, og Guds Rige er kommet nær; omvender eder og tror på Evangeliet!"
Jeg tager i Dag Himmelen og Jorden til Vidne mod eder på, at jeg har forelagt eder Livet og Døden, Velsignelsen og Forbandelsen. Så vælg da Livet, for at du og dit Afkom må leve,
Hvo redeligt vandrer, frygter HERREN, men den, som går Krogveje, agter ham ringe.
Mangen Vej synes Manden ret, og så er dens Ende dog Dødens Veje.
Går ind ad den snævre Port; thi den Port er vid, og den Vej er bred,som fører til Fortabelsen, og de ere mange, som gå ind ad den;
thi den Port er snæver, og den Vej er trang, som fører til Livet og de er få, som finde den
thi den Port er snæver, og den Vej er trang, som fører til Livet og de er få, som finde den
Og hvor jeg går hen, derhen vide I Vejen."
"Herre! vi vide ikke, hvor du går hen; og hvorledes kunne vi vide Vejen?"
Jesus siger til ham: "Jeg er Vejen og Sandheden og Livet; der kommer ingen til Faderen uden ved mig.
Havde I kendt mig, da havde I også kendt min Fader; og fra nu af kende I ham og have set ham."
Jesus siger til ham: "Jeg er Vejen og Sandheden og Livet; der kommer ingen til Faderen uden ved mig.
Havde I kendt mig, da havde I også kendt min Fader; og fra nu af kende I ham og have set ham."
og I skulle erkende Sandheden, og Sandheden skal frigøre eder.
"Omvender eder, og hver af eder lade sig døbe på Jesu Kristi Navn til eders Synders Forladelse; og I skulle få den Helligånds Gave.
Thi for eder er Forjættelsen og for eders Børn og for alle dem, som ere langt borte, så mange som Herren vor Gud vil tilkalde."
Thi for eder er Forjættelsen og for eders Børn og for alle dem, som ere langt borte, så mange som Herren vor Gud vil tilkalde."
Assinar:
Postagens (Atom)